Bagi banyak orang, internet merupakan hal yang esensial. Anda dapat menemukan berbagai macam informasi di internet, tetapi banyak juga bahaya yang dapat Anda temukan di internet. Ketika Anda bertransaksi di bank, berbelanja, dan berinteraksi melalui internet, ada kemungkinan data diri Anda akan terekspos. Untuk tetap aman ketika mengakses internet, lakukan strategi berikut ini.
1. Tunjukkan perilaku baik di dunia maya
Berikan dukungan bagi teman atau siswa Anda dengan memberikan komentar yang positif, memberikan senyuman secara virtual, atau menekan tombol suka pada fitur media sosial. Kemudian, berikanlah pengetahuan kepada siswa Anda bahwa di dalam penggunaan internet, seringkali kita menemukan perilaku cyberbullying. Didiklah siswa agar terhindar dari praktik tersebut, dan peringatkan untuk tidak melakukannya. Banyak hal yang bisa Anda beritahu, seperti pengetahuan tentang undang-undang, dampak moral dan psikis, dan lain sebagainya. Tujuannya adalah untuk membuat siswa-siswi Anda dapat terus menebarkan pesan dan perilaku positif selama menggunakan internet.
2. Periksa pengaturan akun dan kata sandi
Biasanya, saat harus membuat kata sandi, siswa mungkin cenderung memilih yang sederhana dan mudah diingat, bahkan misalnya 1234567. Wah, tentu saja itu sangat bahaya. Sebisa mungkin, Anda bisa meminta siswa untuk membuat kata sandi yang sulit ditebak oleh orang. Bagaimana jika nanti lupa? Dicatat! Di laptop atau HP tentu ada aplikasi notes, bukan? Himbau pula agar siswa tidak menunjukkan ke orang lain. Jangan beritahu siapapun.
3. Jangan menyebarkan rumor
Informasi di internet sangatlah banyak dan beragam, mulai dari informasi bermanfaat, sampai yang merusak nalar dan mental. Nah oleh karena itu, ajak siswa untuk menghindari menyebarkan rumor semacam cerita atau foto-foto yang menyakitkan, menyinggung, menuduh, sampai membuat orang lain malu. Mungkin bagi mereka itu lelucon, tapi itu bisa jadi sangat bisa menyakitkan orang lain. Bahkan, jika tidak hati-hati, hal yang lebih buruk bisa justru berbalik ke penyebar rumornya. Maka dari itu, tidak ada gunanya menebar cerita bohong.
4. Tidak sembarang menerima permintaan pertemanan
Siapa yang tidak senang mendapat permintaan teman baru di sosial media? Sebagai salah satu bentuk eksistensi di dunia maya, siswa-siswa pasti dengan senang hati akan langsung menerimanya. Namun, Anda sebagai seorang guru bisa memberi saran agar siswa bisa membiasakan untuk mengecek profil teman baru tersebut. Hal ini penting sekali lho, karena banyak orang yang berpura-pura menjadi orang lain, untuk niat yang tidak baik. Misalnya, untuk mencuri foto-foto. Memang di awal sedikit sulit untuk tahu apakah orang tersebut jujur atau tidak. Tetapi, kalau sekiranya tidak terlalu penting dan tidak berpengaruhnya pada kehidupan siswa, minta ia abaikan.
5. Pikirkan dahulu sebelum mengirim sesuatu
Sebelum mengirim sesuatu, ingatkan siswa untuk memikirkannya dengan matang, terutama ketika sedang dalam kondisi mood yang tidak bagus. Karena kalau kirimannya sampai menyinggung dan menyakiti orang lain, misalnya pada pesan di kolom komentar, foto, atau video, tentu akan jadi sulit sekali mengontrol apa yang akan terjadi selanjutnya. Kalau sudah terlanjur, bisa jadi sangat tidak mungkin untuk menghapusnya. Apalagi sudah terbaca, dan ada yang melakukan screenshot. Kemudian, minta ia pikirkan baik-baik sesuatu yang kamu bagikan itu. Jangan membagikan informasi pribadi seperti alamat, nomor telepon, bahkan data bank.
6. Verifikasi berita sebelum dibagikan
Sudah menjadi kebiasaan ketika mendapat informasi yang menarik, langsung dibagikan ke publik. Apalagi usia anak-anak. Padahal, belum tahu jelas apakah konten yang kita bagikan itu baik, terverifikasi, atau berhubungan dengan orang yang kita bagi. Oleh karena itu, penting untuk memilah-milah mana yang baik dan buruk. Caranya, sarankan siswa untuk mengatur akun media sosial menjadi private, supaya tidak sembarang orang bisa membagikan sesuatu padanya.
Begitulah kira-kira hal-hal yang perlu diperhatikan selama kita menggunakan internet. Buat teman-teman, pesan ini penting banget selalu disampaikan kepada peserta didik Anda. Baik saat melakukan proses belajar mengajar, atau ketika peserta didik Anda bertanya secara personal. Momen-momen seperti ini sangat pas untuk memberikan informasi seperti ini. Sebuah informasi penting tentang bagaimana cara berinternet yang aman.
waww sangat bagus sekarang lebih mengerti kak
BalasHapusTerimakasih atas responnya kak
Hapus